Beragam Tradisi Unik Jelang dan saat Ramadan di Berbagai Negara

Dalam menyambut bulan suci Ramadan, ada sejumlah tradisi unik yang berlangsung di berbagai negara.

Adapun beragam tradisi unik ini terjadi karena faktor budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.

Di Indonesia misalnya, ada beragam tradisi yang dilakukan jelang dan saat Ramadan tiba.

Satu diantara tradisi unik di Indonesia itu misalnya berjiarah atau nyekar, hingga mandi di sungai dengan limau.

Semua tradisi itu sebenarnya memiliki makna tersendiri bagi mereka yang melakukannya.

Di belahan negara lain, tradisi yang sama juga ada jelang dan saat Ramadan.

Lantas, apa saja tradisi unik yang ada di berbagai negara tersebut, berikut ulasannya.

Di India ada namanya piknik Iftar yang begitu menarik masyarakat India atau turis.

Ratusan Muslim India berkumpul di Masjid Jama setiap malam untuk berbuka puasa.

Mereka meletakkan kain besar di atas batu bendera tempat duduk dan makan hidangan berbuka puasa yang disiapkan di rumah.

Di Kuwait ada tradisi namanya gerga’aan.

Pada perayaan tiga hari itu, anak-anak akan mengetuk pintu rumah tetangga dan bernyanyi sebagai ganti permen dan cokelat.

Ada dua lagu tradisional yang dinyanyikan anak-anak selama gerga’aan.

Tradisi itu dirayakan dua minggu menjelang bulan Ramadhan.

Kunafa adalah makanan jalanan Palestina berupa adonan keju panas lembut dan semolina, disiram sirup dan ditambah dengan pistachio yang dihancurkan.

Pewarna makanan dibubuhkan untuk mengubah makanan penutup itu menjadi terang.

Kombinasi sedikit asin keju dan manisnya sirup, bersama dengan tekstur lengket yang kontras, menjadikannya makanan penutup paling enak bagi yang menikmati.

Lentera atau yang dikenal sebagai ‘Fanoos’, telah menjadi simbol Ramadhan di Timur Tengah.

Fanoos ini biasanya terbuat dari logam dan kaca berwarna.

Lentera dekoratif ini digantung di mana-mana dari rumah dan mal ke jalan-jalan dan tenda Ramadhan selama bulan suci.

Tetapi di Kairo, Mesir, lentera ini dianggap sebagai tempat kelahiran para fanoos, ini menjadikan tempat khusus di hati orang-orang Mesir.

Bagi orang Jawa, Ramadhan adalah waktu untuk introspeksi dan pembaruan iman dan menandai akhir dari satu siklus kehidupan dan awal yang lain.

Sebelum melakukan puasa, seseorang biasanya memberikan penghormatan kepada leluhur mereka dengan mengunjungi kuburan kerabat yang meninggal untuk menaburi bunga dan berdoa.

Ritual yang dikenal sebagai nyekar, biasanya berlangsung seminggu sebelum Ramadhan dimulai.

Di beberapa bagian Jawa, umat Islam bahkan mengunjungi makam raja-raja kuno dan tokoh masyarakat yang dihormati selama nyekar.

Di daerah pedesaan, orang Jawa juga membuat persembahan makanan kepada sang pencipta dan leluhur mereka ketika mengunjungi makam kerabat dalam ritual yang disebut nyandran.

Tradisi Jawa turun temurun lainnya sebelum Ramadhan adalah padusan, yaitu ritual mandi yang dimaksudkan untuk menyucikan tubuh dan jiwa sebelum memulai puasa.

Satu minggu sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan, masyarakat mengenakan sarung berjalan dalam prosesi ke sungai, mata air alami atau laut, sambil membawa keranjang makanan di kepala mereka.

Setelah menyelesaikan ritual seperti mandi, mereka berkumpul untuk doa bersama sebelum duduk di tanah untuk memakan makanan mereka yang dibungkus daun pisang.

Jika di Indonesia biasanya banyak orang yang bermain petasan, di Arab juga ada tradisi Ramadhan serupa.

Bukan hanya petasan kecil yang dibunyikan, tapi sebuah meriam.

Ya, tradisi unik ini sudah dilakukan secara turun temurun setiap Ramadhan tiba.

Meriam ini akan ditempatkan di beberapa kota.

Suaranya yang menggelegar dijadikan sebagai pertanda berbuka puasa.

Tidak perlu khawatir bahaya karena meriam hanya menembakkan katrid kosong yang berisi bubuk hitam.

Tradisi Garangao adalah tardisi asal Qatar untuk memberi semangat pada anak-anak yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Dalam festival ini anak-anak akan berpawai dan bernyanyi di sepanjang jalan.

Dengan baju meriah, mereka akan berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk mendapatkan sedekah berupa permen dan kue.

Tradisi ini biasanya dilakukan pada 13, 14, dan 15 Ramadhan selepas shalat Maghrib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*