Gak Cuma Depo BBM, Erick Wanti-Wanti Buffer Zone BUMN Ini

Menteri BUMN Erick Thohir dalam penyerahan pengelolaan Asset perkara Jiwasraya dan Asabri di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (6/3/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan sejumlah BUMN untuk memperhatikan buffer zone atau zona penyangga antara area operasi dengan pemukiman masyarakat sekitar.

Tidak hanya untuk BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas) seperti PT Pertamina (Persero), Erick juga meminta BUMN lainnya, antara lain PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT PLN (Persero), dan BUMN lainnya yang mengelola objek vital nasional untuk turut memperhatikan jarak aman area operasi dengan pemukiman warga.

Erick menyebut, rata-rata buffer zone di dunia internasional mencapai sekitar 500 meter.

Dia mengatakan, sejak dua tahun yang lalu, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada sejumlah BUMN untuk mempersiapkan panduan keamanan dan meninjau kembali area operasi agar bisa berjalan dengan optimal. Dia pun menekankan pentingnya buffer zone pada pabrik pupuk.

“Dua tahun yang lalu, kami sudah meminta seluruh BUMN untuk memetakan juga mempersiapkan daripada panduan keamanan dan me-review lokasi-lokasi ini. Apa yang kita bisa lakukan agar ini bisa beroperasi maksimal tapi juga bagaimana safety zone kepada penduduk. Ini salah satunya yang dibicarakan dengan Grup Pupuk,” ungkap Erick dalam Rapat Kerja (Raker) bersama dengan Komisi VI DPR RI, Senin (20/3/2023).

Erick pun menjabarkan jarak antara area fasilitas produksi dan pemukiman warga di sejumlah BUMN. Petrokimia Gresik misalnya, dia menyebut, jarak antara pabrik dengan pemukiman warga sejauh 250-310 meter. Lalu, untuk buffer zone Pupuk Sriwidjaja Palembang sejauh 400 meter, dan buffer zone Pupuk Kalimantan Timur bahkan lebih besar lagi yakni mencapai 800 meter.

“Ini petanya seperti Pupuk Kalimantan itu jarak dengan pemukiman 800 meter. Lalu, Pupuk Sriwijaya Palembang ini 2 tahun lalu saat Covid saya kunjungi, ini saya lihat terlalu dekat dengan pemukiman, itu pun sebenarnya sudah 400 meter. Lalu, Petrokimia Gresik itu lebih dekat lagi 250-310 meter. Padahal, rata-rata internasional itu harusnya 500 meter,” terang Erick.

Dengan begitu, Erick mewanti-wanti para BUMN untuk segera membenahi buffer zone, hal ini mengingat pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan bisa mengambil lahan yang seharusnya menjadi zona aman area operasi, seperti kasus yang terjadi pada Depo BBM Plumpang, Jakarta Utara.

“Tapi dengan pertambahan penduduk yang sangat signifikan, ini bisasaja menjadi isu kemudian hari, ini saya rasa jadi catatan,” tandasnya

Seperti diketahui, pada 3 Maret 2023 pukul 20.20 WIB malam, telah terjadi insiden kebakaran di Depo BBM Plumpang, Jakarta Utara. Berdasarkan data Pertamina, hingga Kamis (16/03/2023), insiden ini menyebabkan 25 orang meninggal dunia.

Depo BBM Plumpang merupakan salah satu objek vital nasional karena memasok BBM ke 790 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di 19 Kabupaten/Kota.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan di TBBM Plumpang saat ini tidak hanya menyimpan pasokan BBM saja. Namun juga terdapat fasilitas lainnya seperti LPG, pelumas, dan pusat teknologi.

Oleh karena itu, hal yang paling mendesak untuk segera dibangun saat ini adalah dengan membangun buffer zone di area Plumpang. Mengingat, opsi untuk menutup TBBM Plumpang tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja.

“Di 2009 ini sudah pernah direncanakan ketika terjadi kebakaran di Plumpang membangun buffer zone 100 meter waktu itu, namun dengan berbagai situasi waktu itu gak terjadi tapi kali ini karena ini bom waktu saja ini high risk jadi buffer zone harus dilakukan segera,” ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Kamis (16/3/2023).

“Untuk keamanan dan dari sisi safety masyarakat dan juga keamanan operasional sehingga TBBM tidak terkendala. Karena ketika terkendala suplai BBM ke 19 kota/kabupaten akan terganggu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*