Guru di NTT Cabuli 4 Murid SD, Korban Dipaksa Pegang Kemaluan Pelaku, Diancam jika Tak Menurut

Guru di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tega mencabuli muridnya sendiri.

Tenaga pendidik yang tega mencabuli 4 murid SD ini diketahui berinisial DOS.

Keempat murid yang dicabuli, yakni (10), MPSB (10), MKEN (9) dan BMB (9).

Pelaku juga sudah dilaporkan ke kepolisian terkait dengan kasus ini.

“Kasus ini dilaporkan pada Senin, 26 Februari 2024 kemarin di Polres Kupang,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy, Selasa (27/2/2024) malam.

Ariasandy menuturkan, kejadian itu bermula pada Kamis (22/2/2024) siang sekitar pukul 11.00 wita di ruangan kelas.

Pelaku memanggil MKEN untuk menghadap.

Saat itu, pelaku menyuruh korban memegang kemaluannya dan pelaku memegang kemaluan korban.

Setelah itu, pelaku memanggil BMB dan MPSB dan melakukan hal yang sama secara bergantian.

“Usai melakukan perbuatan tersebut pelaku sempat mengancam kepada semua korban agar tidak menceritakan kepada orangtua mereka dan juga guru-guru,” kata Ariasandy.

Pelaku juga mengancam akan memukul para korban hingga meninggal dan mengancam tidak akan naik kelas.

Selanjutnya, pada Jumat (23/2/2024), pelaku menyasar korban lainnya yakni AAS. Modus pelaku juga sama dan kembali mencabuli AAS.

Pada keesokan Sabtu (24/2/2024), pelaku kembali mencabuli AAS.

Karena tak tahan, AAS lalu melaporkan kepada orangtuanya. Infomasi itu lalu menyebar ke orangtua murid lainnya.

Setelah dicek, ternyata pelaku mencabuli para korban lainnya.

Orangtua yang tak terima, melaporkan kejadian itu dengan laporan polisi nomor LP/B/67/II/2024/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT, tanggal 26 Februari 2024.

“Saat ini, kasusnya telah ditangani penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Kupang,” kata dia.

Unit PPA Polres Kupang juga telah meminta keterangan dari para saksi dan korban serta pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*