Ini Sebabnya DPR Murka Sampai Tunda Rapat Sembako

Ketua Komisi IV Sudin. (Tangkapan layar)

Komisi IV DPR RI mempertanyakan kebenaran data produksi beras nasional. Karena itu, Komisi IV DPR bermaksud meminta penjelasan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang seyogianya digelar hari ini, Senin (20/3/2023).

Hanya saja, raker itu ditunda karena Mentan tak hadir. Tak hanya itu, menurut Sudin, meski sudah mengizinkan Mentan tak hadir asar semua Pejabat Eselon I Kementan hadir, ternyata Dirjen Tanaman Suwandi juga tak hadir dalam rapat.

Hingga kemudian Komisi IV DPR sepakat menunda raker.

Bukan tak beralasan. Pasalnya, kata Sudin, pihaknya harus mengonfirmasi kebenaran data produksi beras kepada pemerintah.

“Datanya bunyinya perkiraan produksi, Februari, Maret, April, itu perkiraan. Kalau perkiraan nanti kalau meleset pasti yang berkelanjutan akan bicara, ‘kan perkiraan pak.’ Berarti kan tidak ada data yang valid tentang produksi yang dihasilkan oleh Dirjen Tanaman Pangan,” tukas Sudin.

“Secara riil produksi beras berapa? Tetapi amat disayangkan Dirjen tanaman pangan yang bertanggung jawab perihal masalah beras, produksi, hanya memberikan data (BPS). Dari pada nanti kita debat menghabiskan waktu, lebih baik saya tunda. Ya kan? Karena beras ini adalah masalah hal yang paling vital,” tambahnya.

Sementara, lanjut Sudin, BPS juga mengumpulkan data dari dinas bidang pertanian di daerah.

Akibatnya, BPS pun ikut kena sentil oleh Sudin.

“BPS juga Desember lalu bilangnya tidak ada inflasi. Tidak ada apa, tidak ada apa. Maka kami juga menyayangkan data produksi BPS dari mana? Kalau bukan dari dinas,” katanya.

“Sekarang sudah jelas-jelas inflasi. Beras medium di mana-mana sudah jelas minimal Rp 10.500 per kg. Dan berasnya langka. Karena setiap saya jelaskan lagi, setiap kenaikan harga beras Rp 100 per kg mengakibatkan 0,03% inflasi. Ini analisa dari Brin. Kalau dari BPS beda lagi. Jika kenaikan harga 20%. Harga beras, maka memberi andil terhadap inflasi 0,64%,” pungkas Sudin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*