Jalan Panjang BRI Menjaga Khitah Bank Rakyat

Jalan Panjang BRI Menjaga Khitah Bank Rakyat

BRI

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan, jika pemerintah mau hadir dan kerja nyata untuk rakyat, maka rawatlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pernyataan itu rasanya sangat tepat untuk ditujukan kepada pemimpin Indonesia yang akan datang. Bagaimana tidak, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM RI, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,46 juta.

Tidak berhenti di situ, peran UMKM bagi https://gameskas138.shop/ perekonomian RI juga sangat penting, yaitu memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar lebih dari 60% atau sekitar Rp8.573 triliun setiap tahunnya. Selain itu, UMKM juga 97% dari total tenaga kerja Indonesia atau setara 116 juta orang.

Data Pertumbuhan UMKM RIFoto: Kementerian Koperasi dan UKM RI
Data Pertumbuhan UMKM RI

Berkaca dari data ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong perhimpunan bank milik negara (Himbara), terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk memastikan pembangunan ekosistem untuk UMKM, dari mulai pendanaan, akses pasar, hingga pendampingan.

Kenapa BRI, karena hanya bank pelat merah ini yang konsisten dan tegak lurus menjaga khitahnya menjaga UMKM selama 128 tahun. Meski tidak ada satu aturan pun yang secara khusus mewajibkan perseroan untuk fokus dalam berbisnis di sektor UMKM.

“Dalam AD/ART atau aturan manapun tidak ada yang mewajibkan kita menjaga porsi pembiayaan 80% di UMKM, tapi kita secara sadar selalu melakukan itu. Setiap karyawan yang masuk ke BRI itu secara otomatis DNA-nya langsung ke UMKM, meskipun tidak ada yang menyuruh atau mendorong,” ungkap Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BRI, kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/11/2023).

Berbagai upaya telah dilakukan BRI dalam memberdayakan ultra mikro dan UMKM di Indonesia. Salah satunya dengan pembentukan Holding Ultra Mikro bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui resources baru yang terbentuk ini, pihaknya optimistis Holding Ultra Mikro dapat mengangkat potensi pelaku usaha ultra mikro dan mikro sekaligus memantik pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Holding ultra mikro ini adalah strategi kita, resources kita lebih fokus untuk melayani masyarakat ultra mikro ini sebanyak mungkin, sehingga nanti tidak ada salahnya kalau kita bisa menghadirkan kecepatan, kemudahan dan juga kemurahan sekaligus. Itulah yang disasar oleh holding ultra mikro,” ucap Sunarso, Direktur Utama BRI, Selasa (5/9/2023).

Tidak berhenti sampai di situ, BRI juga terus mendampingi pelaku UMKM untuk dapat mengakses pangsa pasar internasional. Hal ini didukung oleh layanan transaksi valas BRI sehingga bisa menjamin dengan cakupan bank koresponden yang luas.

BRI terus memperkuat layanan ekspor impor yang melibatkan pelaku usaha Indonesia melalui pendampingan, pengembangan produk, dan strategi pricing yang unggul. Luasnya cakupan bank koresponden serta jaringan unit kerja di dalam maupun luar negeri juga menjadi nilai tambah BRI.

Adapun beberapa program flagship yang dijalankan BRI, antara lain Growpreneur (program aktivasi pemberdayaan dan pendampingan bagi UKM), BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, pendampingan dan pemberdayaan melalui Rumah BUMN, hingga Pengusaha Muda BRILian.

“Melayani dan memberdayakan UMKM bukan hanya soal bisnis, tapi yang lebih penting lagi adalah menghadirkan kesejahteraan sosial. Semoga konsep seperti ini tidak hanya dapat diimplementasikan di Indonesia, tapi juga di seluruh regional ASEAN dan negara lainnya,” lanjut Sunarso.

Dalam kerangka sosial, BRI memiliki inisiatif Desa BRILian. Melalui program ini, BRI mendukung pemerintah dalam hal meningkatkan resiliensi perekonomian masyarakat desa.

Hal itu diwujudkan melalui peningkatan keterampilan, pelatihan bisnis, literasi digital, dan pengembangan berkelanjutan. Per Juni 2023, BRI sudah memberdayakan lebih dari 2.400 Desa BRILian di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa, pengurus BUMDes, dan pelaku UMKM di desa-desa tersebut.

Sementara itu, dalam program Klasterku Hidupku, BRI telah memberdayakan 17.418 klaster usaha di seluruh Indonesia. Klaster-klaster ini telah menerima setidaknya 1.155 pelatihan dan literasi, serta 372 bantuan untuk sarana dan prasarana produktif.

Tidak hanya itu, program Rumah BUMN BRI saat ini juga mencakup 54 Rumah BUMN, yang memberikan dukungan kepada lebih dari 400 ribu pelaku UMKM dan telah menyelenggarakan lebih dari 10 ribu pelatihan.

Langkah tegak lurus BRI menjaga khitah pemberdayaan UMKM juga didukung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Dirinya menegaskan, Itu menjadi kunci yang harus dijaga. Sejalan dengan slogan bripreuners bersinar seperti berlian, perhatian BUMN dan Himbara untuk mendorong UMKM sendiri terus melesat.

“Hingga hari ini kita sudah mendorong 330 juta pelaku UMKM, dan memberikan hampir Rp1.600 triliun pembiayaan sampai September 2023. Kebetulan ini bukan promosi, BRI porsi (pembiayaannya) 83% ke UMKM,” ujar Erick dalam acara UMKM EXPO(RT) Brilianprenuer 2023 di JCC, Kamis (7/12/2023).

UMKM Brilianpreneur sendiri yang semula hanya 155, kini sudah mencapai 700 UMKM, dan nilai transaksinya yang tadinya US$33,5 juta atau setara Rp520,48 miliar, hingga Desember 2023 sudah mencapai US$80 juta atau senilai Rp1,24 triliun dan diharapkan terus meningkat.

Sesuai dengan cita-cita luhur Raden Bei Aria Wirjaatmadja yang memulai perjalanan panjang ini dari Purwokerto pada 16 Desember 1895, saat Ia mendirikan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden untuk mengelola dan menyalurkan dana masjid kepada masyarakat dengan skema yang sederhana.

Tak pernah mudah, banyak tantangan, bahkan sempat berhenti beroperasi pada tahun 1948, namun akhirnya lekat dikenal sebagai satu-satunya bank UMKM, selama 128 tahun dan terus bertambah. Jika mendengar nama BRI, pasti yang pertama terlintas adalah UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*