Lonceng Bahaya! Stok Beras Bulog ‘Habis’, Cuma Sisa Segini

Pekerja mengangkut beras milik Perum Bulog di kawasan Kelapa gading, Jakarta, Senin (30/11/2020). Kementan kembali memastikan meski tengah dilanda pandemi Covid-19 pasokan beras hingga akhir tahun masih ada stok sebanyak 1,05 juta ton. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Direktur Utama Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, saat ini hanya memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sekitar 230 ribu ton.

Padahal, Bulog mulai bulan ini rencananya bakal mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras sebanyak 210 ribu ton per bulan. Yang akan diberikan kepada 21 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bansos pangan ini akan disalurkan selama 3 bulan ke depan.

“230 (ribu ton),” kata Buwas saat ditanya wartawan status CBP per hari ini, ditemui di komplek Parlemen, Jakarta, Senin (20/3/2023).

Dengan kondisi CBP itu, jika dikurangi kuota untuk bansos pangan, berarti Bulog hanya memiliki stok tersisa sekitar 20 ribu ton alias minim.

Pemerintah sendiri sudah menugaskan Bulog agar memiliki stok untuk penyaluran sebanyak 1,2 juta ton untuk stabilisasi harga tahun ini.

Buwas mengatakan, minimnya stok di tengah musim panen saat ini bukan karena kesulitan menyerap gabah petani.

Namun, dia berkelit, karena penyaluran beras untuk operasi pasar cukup besar. Hanya saja, seperti diketahui, stok beras Bulog saat ini sebagian adalah masih merupakan beras impor yang dibuka pemerintah sebanyak 500 ribu ton tahun lalu.

“Oh engga, engga. Kan stoknya operasi, besar. Ini saja, sampai hari ini kita udah nyetor 485 ribu ton,” kata Buwas.

Di sisi lain, dia mengaku baru menyerap 30 ribu ton produksi gabah petani.

Tentu ini menjadi ironis karena saat ini sedang musim panen raya dan pemerintah bahkan sudah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP). Setelah sebelumnya sudah mempersenjatai Bulog dengan fleksibilitas harga untuk mendukung target penyerapan beras produksi petani.

“Belum dapat, baru dapat 30 ribu ton untuk penyerapan yang sampai dengan saat ini,” kata Buwas.

Buwas kemudian ‘mengeluhkan’ stok tipis saat ini akan bahaya bulan depan.

“Kalau untuk operasi pasar masih cukup, tapi itu untuk bulan ini. Ok? Tapi kan kita ada kepentingan untuk bulan depan, termasuk ada penyaluran bansos yang setiap bulannya 210, nah itu harus terpenuhi, gitu loh,” cetusnya.

Di sisi lain, tengah berhembus kabar pemerintah sudah bersiap membuka keran impor beras lagi. Ironisnya, hal ini terjadi ketika Indonesia masih dalam massa panen raya yang diprediksi berlangsung sampai Mei nanti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*