Miliki DNA Digital, CIMB Niaga Finance Bidik Laba Segini

Miliki DNA Digital, CIMB Niaga Finance Bidik Laba Segini

Kinerja CIMB Niaga Finance

PT CIMB Niaga Finance atau CNAF membidik pertumbuhan laba dua kali lipat pada tahun ini. Optimisme perseroan tumbuh dengan berkaca dari kinerja hingga September 2023, dengan torehan laba bersih yang telah mencapai Rp 316 miliar.

Direktur Keuangan dan Strategi CNAF, M Imron Rosyadi Nur bilang perkembangan bisnis perseroan berjalan sangat positif. Hal ini bisa dilihat dari tingkat rasio pembiayaan bermasalah atau NPF yang terjaga di https://hellokas.store/ level 1,2%. Kualitas pembiayaan yang baik tentu menopang kinerja keuangan perseroan secara keseluruhan.

Artinya digitalisasi mempercepat proses, jadi kita dapat nasbah dengan segmen yang tepat,” tukas Imron di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Tidak hanya kualitas aset yang terjaga. Dari sisi akusisi, lanjut Imron, bertumbuh secara signifikan. Total pembiayaan baru CNAF tercatat meningkat signifikan mencapai 45% menjadi Rp 7,88 triliun pada 2022, bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,67 triliun. Sedangkan total pembiayaan sebesar Rp 9,25 triliun per akhir 2022, naik 30% dibanding Rp 7,05 triliun pada tahun sebelumnya.

Kinerja positif ini memberikan keyakinan bagi manajemen perseroan untuk mampu mencapai pertumbuhan laba hingga double digit. Tercatat laba setelah pajak mencapai Rp 330 miliar pada tahun lalu. “Bahkan tahun ini kami targetkan tembus Rp 400 miliar. Bagaimana digitalisasi sebagai DNA dan kita harapkan tumbuh lebih baik lagi,” sambung Imron.

Hal tersebut diyakini perseroan bisa tercapai karena CNAF memiliki DNA yang unik, yakni digitalisasi. Di mana melalui digitalisasi ini, mampu mempercepat roda bisnis perseroan.

“Pada 2020 meluncurkan CNAF Mobile. Ini khusus untuk masyarakat Indonesia dengan tujuan memberikan layanan terbaik. CNAF mobile bisa di-download melalui smartphone. Kalau kita lihat ini tidak hanya platform bagi nasabah. Beberapa aktivitas kita support uutuk aktivitas nasabah,” tutur Imron.

Dia menjelaskan, melalui platform digital maka proses persetujuan yang sebelumnya berjalan tidak terlalu cepat kini bisa ngebut. “Hal yang sama kita menggunakan face recognition. Kita pastikan ini verified dengan Dukcapil. Kita perlu approval di zaman dulu. Dengan CNAF mobile kita memberikan electric approval. Sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Bahkan saat ini, lanjut Imron, proses pembiayaan bisa dipangkas dari yang sebelumnya berjalan sekitar 1 minggu menjadi hanya sekitar 2 jam saja.

“Apalagi buat segmen tertentu yang hanya butuh 5 menit saja,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*